TUGAS AKSI NYATA MODUL 1.1

 AKSI NYATA MODUL 1.1

MENGUBAH POLA PIKIR UNTUK MENGOPTIMALKAN
 TUMBUH KEMBANG PESERTA DIDIK

Oleh:
I Nyoman Sita Setiawan
Guru SD Negeri 5 Tianyar
CGP Karangasem, Bali

 

LATAR BELAKANG

Ki Hadjar Dewantara (KHD) menjelaskan bahwa pendidikan yaitu: “menuntun kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.”

Dalam menuntun laku dan pertumbuhan kodrat anak, KHD mengibaratkan peran pendidik seperti seorang petani atau tukang kebun. Anak-anak itu seperti biji tumbuhan yang disemai dan ditanam oleh pak tani atau tukang kebun di lahan yang telah disediakan. Anak-anak itu bagaikan bulir-bulir jagung ditanam. Bila biji jagung ditempatkan di lahan yang subur dengan mendapatkan sinar matahari dan pengairan yang baik, maka meskipun biji jagung adalah bibit jagung yang kurang baik (kurang berkualitas) dapat tumbuh dengan baik karena perhatian dan perawatan dari pak tani. Demikian sebaliknya, meskipun biji jagung yang disemai adalah bibit berkualitas baik, namun tumbuh di lahan yang gersang dan tidak mendapatkan pengairan dan cahaya matahari serta ‘tangan dingin’pak tani, maka biji jagung itu mungkin tumbuh namun tidak akan optimal.

Untuk mengoptimalkan tumbuh kembang peserta didik, diperlukan perubahan pola pikir dalam pembelajaran dan pengajaran. Dalam proses ‘menuntun’ anak diberi kebebasan namun pendidk sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis sebagai pendidk merancang aksi nyata berjudul “Mengubah Pola Pikir Untuk Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Peserta Didik.”  Adapun tujuan dari aksi nyata ini adalah  mengoptimalkan   pelaksanaan pembelajaran dengan mengubah pola pikir secara aktif untuk proses tumbuh kembang peserta didik agar dapat  bertumbuh dan berkembang sesuai minat, bakat, dan kodratnya. 

 

DESKRIPSI AKSI NYATA

Di tengah kebijakan pemerintah yang menutup sekolah untuk pembelajaran secara tatap muka, menuntut sekolah berinovasi melakukan proses belajar dari rumah dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sesuai keputusan rapat sekolah, PJJ dilakukan dengan memberikan tugas kepada peserta didik untuk dikerjakan di rumah dengan bantuan orang tua. Sebelumnya, guru/pendidik  melakukan penyerderhanaan Kompetensi Dasar (KD) pada Kurikulum 2013, merancang tugas sesuai KD, kemudian membagikan kepada orang tua/siswa. Orang tua/peserta didik mengambil dan menyetorkan tugas seminggu sekali.

PJJ ini tidak mudah dilakukan karena alasan berikut ini. Pertama, kesiapan pihak sekolah (pendidik) dalam merancang dan menerapkan PJJ. Tidak semua pendidik mampu merancang dan menerapkan PJJ. Kedua, kesiapan orang tua peserta didik untuk mendampingi putra-putrinya belajar dari rumah. Tidak semua orang tua memiliki kemampuan untuk mengajar dan membimbing anak-anaknya. Apa lagi orang tua yang jarang di rumah karena bekerja membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ketiga, peserta didik merasa jenuh belajar dari rumah. Mereka menginginkan kegiatan belajar secara tatap muka.

Untuk mengatasi kondisi dan tantangan tersebut, penulis selaku pendidk mengubah pola pikir untuk melakukan inovasi pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik (student centered) dengan sistem kombinasi antara daring dan luring (blended). Pembelajaran daring dilakukan melalui WAG. Pendidik mengirimkan video pembelajaran di WAG. Peserta didik menonton, memahami materi, dan mengerjakan soal-soal latihan yang ada di video tersebut. Pembelajaran luring dilakukan secara offline dengan pemberian tantangan yang dapat dipilih oleh peserta didik. Namun, sebelunya penulis melakukan diagnosis awal dengan memberikan koesioner kepada peserta didik untuk menggali minat belajar peserta didik. Dari hasil diagnosis awal, pendidik merancang PJJ yang menarik dan menyenangkan, memberikan tugas berupa tantangan yang dapat dipilih sesuai minat belajar peserta didik, melakukan evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan PJJ.

HASIL AKSI NYATA

Hasil aksi nyata “Mengubah Pola Pikir Untuk Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Peserta Didik” dapat dipaparkan sebagai berikut.

1.   Pendidik telah melakukan perubahan pola pikir dengan mengembangkan inovasi pembelajaran yang berpihak pada peserta didik (student centered). Sebagai wujud perubahan pola pikir, pendidik telah menelaah respon  dari diagnosis awal pada lembar koesioner. Dari hasil diagnosis awal, pendidk merancang pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna..

2. PJJ dengan sistem blended menjadikan proses pembelajaran lebih menarik, menantang, menyenangkan, dan bermakna karena peserta didik diberikan kebebasan untuk memilih tantangan yang mereka sukai sehingga dapat mengoptimalkan tumbuh kembangnya kreatifitas peserta didik.

3.    Pendidik semakin termotivasi untuk melakukan inovasi terkait penggunaan IT dalam pembelajaran.

4.   Siswa juga merespon sangat positif, di mana mereka lebih senang belajar karena dapat berinteraksi dengan gurunya secara daring maupun luring. Melaui WAG dan tatap muka terbatas, peserta didik dapat bertanya, belajar, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dengan teman-temanya. Selain itu, mereka juga dapat mengikuti kuis dan evaluai melalui google form.


REFLEKSI AKSI NYATA

Hal baik yang diperoleh dari aksi nyata“Mengubah Pola Pikir Untuk Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Peserta Didik” tersebut adalah perubahan pola pikir (mindset) penulis tentang pola pengajaran guru. Pada awalnya, penulis selalu memberikan tugas melalui instruksi, namun sekarang lebih diupayakan memberikan tuntunan tanpa melepaskan begitu saja. Diagnosis di awal pembelajaran diperlukan untuk menggali potensi peserta didik sesuai minat dan bakat yang dimilikinya. Tugas pendidik menuntun secara relevan dan kontekstual untuk mengoptimalkan tumbuh kembang peserta didik.

Adapun kendala yang dialami, yaitu sulitnya pendidik menuntun peserta didik dalam kondisi belajar secara daring. Solusi yang dilakukan adalah pendidik harus ekstra sabar dalam memberikan tuntunan karena tidak dapat bertatap muka secara langsung setiap hari. Selain itu, pendidik harus lebih ikhlas untuk ‘menghamba’ kepada peserta didik di tengah kondisi darurat Covid-19.

RENCANA PERBAIKAN DI MASA MENDATANG

Penulis akan menularkan dan meminta umpan balik kepada rekan-rekan guru terhadap praktik baik ini. Secara berkala, dalam rapat sekolah penulis akan mengajak rekan-rekan guru untuk melakukan refleksi terhadap praktik baik yang sudah dilakukan di sekolah sehingga kita dapat saling berbagi pengalaman.

Selain itu, dari refleksi tersebut akan muncul keberhasilan dan kelemahan yang perlu diperbaiki. Keberhasilan yang dialami oleh guru akan menjadi kekuatan bagi sekolah untuk meningkatkan layanan kepada peserta didik.

DOKUMENTASI KEGIATAN




Video Pembelajaran 1

Video Pembelajaran 2








 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

ARTIKEL REFLEKSI AKSI NYATA PAKET MODUL 3 “GEMA SEBALI”