TUGAS AKSI NYATA MUDUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

                                                        
MERANCANG KESEPAKATAN KELAS

Oleh:
I Nyoman Sita Setiawan
Guru SD Negeri 5 Tianyar
CGP Karangasem, Bali 

 

LATAR BELAKANG

Keberhasilan sebuah proses pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh seorang guru saja. Sebagus dan sebaik apapun metode yang digunakan oleh guru, kalau guru tidak mampu memahami apa yang diinginkan siswanya dalam proses pembelajaran, maka metode pembelajaran itu tidak akan berhasil dan tujuan pembelajaran pun tidak akan tercapai.

Selain itu, dalam proses ‘menuntun’ anak diberi kebebasan, namun guru sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar.

Guru harus memahami terlebih dahulu metode belajar seperti apa yang diinginkan murid. Setelah guru mengetahui, selanjutnya guru merancang kesepakatan kelas dengan siswa. Penentuan kesepakatan kelas ini harus benar-benar melibatkan anak didik. Dengan adanya kesepakatan kelas ini, maka akan tercipta pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis sebagai guru merancang aksi nyata berjudul “Merancang Kesepakatan Kelas” Adapun tujuan dari aksi nyata ini adalah untuk meningkatkan keterlibatan murid secara aktif dalam menentukan proses belajar di kelas dan mewujudkan pembelajaran yang menantang, menyenangkan, dan berpihak pada murid.

DESKRIPSI AKSI NYATA

Di masa pandemi ini, pembelajaran dilakukan secara kombinasi antara daring dan luring (blended).  Pembelajaran secara daring dilakukan melalui WAG. Sedangkan pembelajaran secara luring dilakukan dengan tatap muka terbatas sekali dalam seminggu. Karena tidak semua murid bergabung di WAG, maka kesepakatan kelas dilakukan secara tatap muka terbatas.

Sebelum murid mengambil tugas untuk dikerjakan di rumah, saya bertanya-jawab dengan murid-murid terkait kendala yang mereka alami ketika mengerjakan tugas di rumah. Ada yang mengatakan bahwa belajar dari rumah kurang bagus, Ada yang mengatakan berebut HP dengan kakak dan orang tua jarang di rumah karena bekerja. Lalu, saya menanyakan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, kegiatan seperti apa yang diinginkan, dan batas waktu pengumpulan tugas. Akhirnya, disepakati beberapa burir kesepakatan kelas, di antaranya 1) pembelajaran secara daring dan luring, 2) belajar melalui WAG, 3) tugas dalam bentuk tantangan, 4) pengumpulan tugas setiap hari Jumat. 

Berdasarkan hasil diskusi bersama antara guru dan siswa disepakati bahwa rancangan kesepakatan kelas tersebut sebagai kesepakatan kelas di kelas V SD Negeri 5 Tianyar. Selain itu, kesepakatan kelas dikemas dalam bentuk tantangan yang dapat dipilih sesuai minat dan bakat, yang dimiliki murid.

HASIL AKSI NYATA

Hasil aksi nyata “Merancang Kesepakatan Kelas” dapat diuraikan sebagai berikut.

1.    Guru telah mengembangkan inovasi pembelajaran yang berpihak pada murid (student centered).       Guru telah menelaah respon  anak didik pada lembar koesioner.

2.  Guru bersama murid telah membuat rancangan kesepakatan Kelas. Dari rancangan tersebut  dibuatlah kesepakatan kelas yang dikemas dalam bentuk tantangan yang dapat dipilih sesuai minat dan bakat yang dimiliki murid.

3.    Proses pembelajaran lebih menarik, menantang, menyenangkan, dan bermakna karena murid diberikan kebebasan untuk memilih tantangan yang mereka sukai sehingga dapat meningkatkan keterlibatan murid secara aktif dalam menentukan proses belajar di kelas.

4.    Murid merespon sangat positif karena dapat berinteraksi secara daring maupun luring. Melaui WAG dan tatap muka terbatas, murid dapat bertanya, belajar, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dengan teman-temanya. Mereka juga dapat mengikuti kuis dan evaluai pembelajaran melalui google form.

REFLEKSI AKSI NYATA

Hal terbaik yang diperoleh dari aksi nyata“Merancang Kesepakatan Kelas” tersebut adalah perubahan mindset penulis tentang pola pengajaran guru. Sebelumnya, penulis selalu memberikan tugas sesuai keinginan guru, namun sekarang diupayakan merancang kesepakatan kelas bersama murid dan memberikan tuntunan tanpa melepaskan begitu saja. Kesepakatan kelas di awal pembelajaran diperlukan untuk menggali potensi murid sesuai minat dan bakat yang dimilikinya. Tugas guru adalah menuntun secara relevan dan kontekstual untuk meningkatkan keterlibatan murid secara aktif dalam menentukan proses belajar di kelas dan mewujudkan pembelajaran yang menantang, menyenangkan, dan berpihak pada murid,

Adapun kendala yang dialami, yaitu sulitnya merancang kesepakatan kelas dalam kondisi belajar secara daring dan tatap muka terbatas. Solusi yang dilakukan yaitu guru selalu ekstra sabar dalam merancang kesepakatan belajar karena tidak dapat bertatap muka secara langsung setiap hari. Selain itu, guru harus lebih ikhlas untuk ‘menghamba’ kepada murid di masa pandemi Covid-19.

RENCANA PERBAIKAN DI MASA MENDATANG

Selain menularkan dan meminta umpan balik kepada rekan-rekan guru terhadap praktik baik ini, penulis juga mengajak rekan-rekan guru untuk melakukan refleksi terhadap praktik baik yang sudah dilakukan di sekolah. Dari refleksi tersebut akan diketahui keberhasilan dan kelemahan yang perlu diperbaiki. Keberhasilan yang dialami oleh guru akan menjadi kekuatan bagi sekolah untuk meningkatkan pelayanan kepada murid.

DOKUMENTASI KEGIATAN

 Guru dan Siswa berdiskusi merancang kesepakatan kelas



Hasil Kesepakatan Kelas


Video Kreativitas Siswa tentang Cara mencuci Tangan yang Benar


Video Kreativitas Siswa Melantunkan Pantun





 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

ARTIKEL REFLEKSI AKSI NYATA PAKET MODUL 3 “GEMA SEBALI”