AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGERAK
GEMA
BALI
(GERAKAN
BERSAMA MEMBACA LITERASI)
Oleh:
I
Nyoman Sita Setiawan
Guru
SD Negeri 5 Tianyar
Calon
Guru Penggerak Karangasem, Bali
LATAR
BELAKANG
Salah satu terobosan merdeka belajar, yaitu pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimal (AKM). AKM merupakan bagian dari Asesmen Nasional yang mencakup asesmen kompetensi mendasar, yaitu literasi membaca dan asesmen kompetensi numerasi.
Tujuan dari pelaksanaan AKM adalah untuk menumbuhkembangkan budi pekerti murid melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang ayat. Hal ini sejalan dengan visi sekolah, yaitu "Unggul dalam prestasi berdasarkan budi pekerti yang berwawasan lingkungan."
AKM ini akan benar-benar membawa perubahan karakter pada murid apabila guru-guru siap menjadi seorang literat dalam menyikapi sebuah perubahan. Karena sejatinya semua anak itu "istimewa" apabila guru dapat mengembangkan keistimewaannya.
Literasi membantu kita membentuk pola pikir, perilaku dan membangun karakter manusia untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap dirinya dan masyarakat serta alam semesta. Untuk menjawab tantangan budaya literasi yang masih rendah, saya selaku pendidik merencakan kegiatan aksi nyata yaitu "GEMA BALI (Gerakan Bersama Membaca Literasi)"
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah
sebagai berikut.
1. Menumbuhkembangkan
budaya literasi di sekolah.
2. Meningkatkan
kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat.
3. Menjadikan
sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga
sekolah mampu mengelola pengetahuan.
4. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.
DESKRIPSI AKSI NYATA
Untuk mewujudkan tujuan dari kegiatan aksi
nyata ini, saya melakukan beberapa tindakan. Tindakan yang dilakukan mengikuti
alur BAGJA sebagai berikut.
1. Buat Pertanyaan
a. Bagaimana
cara menumbuh kembangkan membaca literasi siswa di SD Negeri 5 Tianyar?
b. Dukungan
apa saja yang diperlukan?
2. Ambil Pelajaran
a. Terdapat
buku bacaan di perpustakaan dan jumlahnya memadai.
b. AKM
merupakan program dari Kemendikbud dan berlanjut setiap tahunnya.
3. Gali Mimpi
a. Siswa
memiliki ketertarikan membaca literasi.
b. Melalui
membaca literasi dapat menanggapi permasalahan dengan berpikir secara rasional
terhadap suatu peristiwa.
c. Meningkatkan
keterampilan membaca dan menulis.
4. Jabarkan Rencana
a. Minggu
ke-1 melakukan komunikasi dengan Kepala Sekolah terkait rencana kegiatan.
b. Minggu
ke-2 menyiapkan buku-buku dan mendata buku.
c. Minggu
ke-3 melaksanakan aksi nyata.
d. Minggu
ke-4 merefleksikan kegiatan bersama guru-guru lain.
5. Atur Eksekusi
a. Bertemu
dengan Kepala Sekolah memaparkan rancangan aksi.
b. Meminta
buku perpustakaan kepada petugas perpustakaan seijin kepala perpustakaan.
c. Mencatat
buku berkoordinasi dengan petugas perpustakaan.
d. Menyiapkan
papan pajangan dan perpustakaan mini di kelas.
e. Mensosialisasikan
kegiatan kepada siswa.
f. Memulai
kegiatan dengan membaca sebelum pelajaran dan menempelkan hasil bacaan di papan
pajangan.
g. Merefleksikan (mencatat kelebihan dan mencari solusi atas kelemahan) bersama Kepala Sekolah dan rekan guru.
HASIL AKSI NYATA
Hasil aksi nyata “GEMA BALI (Gerakan Bersama Membaca Literasi” dapat diuraikan sebagai
berikut.
1. Guru
telah menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah.
2. Guru
bersama murid telah membuat perpustakaan dan mading mini di kelas. Perpustakaan
mini yang ada di kelas akan membantu murid mengembangkan literasinya. Mading
(majalah dinding) mini juga membantu murid memajang karya-karya terbaiknya.
3. Murid
merespon sangat positif karena mereka dapat mengembangkan kemampuan dan meningkatan
minat baca.
4. Murid
menjadi lebih bersemangat dan termotivasi untuk memajangkan karya- karya
terbaiknya.
5. GEMA BALI (Gerakan Bersama Membaca Literasi) telah menjadikan sekolah khususnya kelas sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan.
REFLEKSI AKSI NYATA
Hal terbaik yang diperoleh dari aksi nyata“GEMA BALI (Gerakan Bersama Membaca Literasi” tersebut adalah perubahan mindset penulis tentang literasi agar siap menjadi seorang literat dalam menyikapi sebuah perubahan dan benar-benar membawa perubahan karakter pada murid.
Sebelumnya, penulis kurang mengembangkan gerakan literasi, namun sekarang diupayakan melakukan gerakan literasi bersama murid dan memberikan tuntunan tanpa melepaskan begitu saja. Gerakan literasi dilakukan di awal pembelajaran dan diperlukan untuk menggali potensi murid sesuai minat dan bakat yang dimilikinya. Tugas guru adalah menuntun secara relevan dan kontekstual untuk meningkatkan keterlibatan murid secara aktif dalam mengembangkan literasi di kelas dan mewujudkan pembelajaran yang menantang, menyenangkan, dan berpihak pada murid.
Adapun kendala yang dialami, yaitu
sulitnya melakukan gerakan bersama membaca literasi dalam kondisi belajar
secara daring dan tatap muka terbatas. Solusi yang dilakukan yaitu guru selalu ekstra
sabar dalam melakukan gerakan literasi karena tidak dapat bertatap muka secara
langsung setiap hari.
RENCANA PERBAIKAN DI MASA MENDATANG
Selain menularkan dan meminta umpan balik kepada rekan-rekan guru terhadap praktik baik ini, penulis juga mengajak rekan-rekan guru untuk melakukan refleksi terhadap praktik baik yang sudah dilakukan di sekolah. Dari refleksi tersebut akan diketahui keberhasilan dan kelemahan yang perlu diperbaiki. Keberhasilan yang dialami oleh guru akan menjadi kekuatan bagi sekolah untuk meningkatkan pelayanan kepada murid. Oleh karena itu, semua guru harus siap menjadi seorang literat dalam menyikapi sebuah perubahan untuk menumbuhkembangkan budi pekerti murid melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang ayat.
DOKUMENTASI
KEGIATAN
Gambar 1 Kegiatan Literasi Membaca
Gambar 2 Pemajangan Karya Siswa





Komentar
Posting Komentar